Tips memilih buku koleksi dan tips menjual buku koleksi dengan harga tinggi
Mengkoleksi buku telah menjadi bagian dari gaya hidup untuk
sebagiamn orang. Ada yang mengkoleksi buku karena gemar membaca, ada yang
menjadikan buku sebagai bagian dari dekorasi rumah dengan memajangnya di rak
sebagai pengganti hiasan dinding, ada juga yang mengkoleksi buku untuk
menghasilkan uang.
![]() |
| Investasi Buku: Koleksi Buku untuk Dijual Kembali |
Mengkoleksi buku bisa jadi investasi yang menguntungkan jika
dijalani dengan sungguh-sungguh.
Pada dasarnya apapun jenis dan genre buku bisa jadi barang
koleksi bernilai tinggi. Coba cek wikipedia untuk List of most expensive book (Daftar buku termahal di dunia), di
daftar itu bisa dilihat bahwa buku yang dihargai sampai miliaran itu berasal
dari berbagai jenis dan genre: buku ilmiah, biografi, novel, buku cerita
anak-anak, hingga komik.
Dari daftar di wikipedia itu, rata-rata harga buku adalah
miliaran rupiah. Untuk kebanyakan orang membeli buku seharga miliaran tentu
dianggap gila. Tapi kalau orang kaya sudah suka, mereka berani membayar semahal
apapun.
Tertarik untuk menghasilkan uang dari menjadi kolektor buku?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui saat memilih buku koleksi agar bisa
dijual kembali dengan harga tinggi.
Aturan baku di dunia koleksi adalah: “Semakin langka,
semakin dicari. Semakin tua umurnya, semakin tinggi nilainya”. Tapi masalahnya
tidak semua orang mampu mendapatkan buku langka yang berharga tinggi. Lalu
bagaimana kalau kita baru ingin mulai jadi kolektor buku dan menghasilkan uang
dari koleksi buku tanpa modal besar?
Buku baru dari penulis baru juga bisa menjadi barang koleksi
bernilai tinggi. Buku baru memang tidak akan semahal buku kuno dan langka, tapi
ada beberapa jenis buku baru yang dicari oleh para kolektor dan akan dinilai
lebih tinggi dari harga di pasaran.
Sebagai info: Cetakan pertama “Harry Potter and the Philosopher Stone” yang terbit tahun 1997
dengan karakteristik bertuliskan angka 10
9 8 7 6 5 4 3 2 1, dan nama pengarang ditulis Joanne Rowling bukan JK Rowling
kini sedang diburu oleh kolektor dengan harga tawaran hampir 1 miliar rupiah.
Lalu buku cetakan pertama versi hardcover “A
is for Alibi” karya Sue Grafton sekarang dihargai $5.000 atau sekitar 700
juta rupiah. Harga buku tersebut diperkiraan akan terus meningkat.
Tips memilih buku baru untuk dijual kembali dengan harga tinggi:
1. Pilih buku karya
pengarang baru dengan tepat
Kita tahu bahwa pengarang buku memiliki peran besar dalam
menentukan harga jual buku. Karya pengarang terkenal sudah pasti lebih banyak
dicari dan lebih mahal dibanding karya pengarang baru. Namun begitu, sebagian
pengarang baru suatu hari akan terkenal dan buku karya pertama mereka akan
banyak dicari kembali. Mengkoleksi buku karya pengarang baru adalah seperti
berinvestasi di perusahaan baru yang belum berpengalaman. Berresiko tinggi,
tapi bisa sukses kalau tahu caranya.
Cara terbaik memilih buku karya pengarang baru adalah dengan
memperhatikan ulasan buku di sampul belakang dengan teliti. Saat buku baru
diterbitkan, biasanya para pakar (editor, jurnalis, dan public figure)
memberikan ulasan berupa pendapat atau komentar mereka yang dikutip di sampul
belakang buku. Jika banyak tokoh penting memberikan ulasan positif, maka buku
tersebut kemungkinan akan sukses dan layak untuk dikoleksi.
Cek juga website review buku, yang secara khusus menyediakan
review buku terbitan baru karya pengarang baru. Website review buku biasanya
disediakan oleh perusahaan penerbit, pengarang, atau blogger pribadi penggemar
buku. Bandingkan buku dari beberapa website review, lalu pilihlah buku yang
mendapat review terbaik.
2. Cari cetakan
pertama
Tanda bahwa buku merupakan cetakan pertama biasanya bisa
dilihat di lembar pertama bagian dalam buku, yang ditandai dengan istilah:
cetakan pertama, terbitan pertama, first printing, first published, first
edition, atau istilah lainnya yang sepadan dalam bahasa lain.
3. Cari versi
hardcover
Ada dua jenis buku cetak, yaitu: versi hardcover, dan versi
softcover (disebut juga paperback). Buku hardcover ditandai dengan jilid yang
lebih tebal dan tidak mudah dilengkungkan. Buku versi hardcover bernilai lebih
mahal karena merupakan cetakan edisi khusus dengan biaya produksi lebih tinggi.
Sementara buku versi softcover (atau paperback) berjilid lebih tipis, dan
biasanya merupakan cetakan ulang dari buku versi hardcover.
4. Dapatkan tanda
tangan penulis/pengarang buku
Mendapatkan tanda tangan pengarang memang tidak mudah.
Alasannya karena: (1)tidak semua penulis/pengarang mengadakan sesi tanda tangan
untuk promosi buku mereka, (2)tidak mudah mendapat kesempatan untuk bertemu
langsung dengan penulis/pengarang buku, (3)pengarang yang menggunakan nama pena
sehingga pembaca tidak tahu siapa pengarang buku yang sebenarnya. Kalau cukup
beruntung bisa mendapatkan tanda tangan pengarang, maka nilai jual dari buku
koleksi kita akan bertambah tinggi.
Ada dua jenis buku bertanda tangan pengarang, yaitu signed
book dan inscribed book. Jika penulis/pengarang hanya memberi tanda tangan
berupa nama mereka tanpa tambahan kata-kata lain, maka buku tersebut disebut
signed book. Tapi kalau penulis/pengarang memberi tanda tangan dengan tambahan
kata-kata lain seperti pesan atau komentar apapun, maka buku tersebut disebut
inscribed book.
Seringkali signed book dihargai lebih tinggi dibanding inscribed
book. Kecuali kalau inscribed book merupakan karya dari pengarang terkenal.
Karena itu, jika punya kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan dari
penulis/pengarang, mintalah pada mereka untuk hanya memberi tanda tangan, tanpa
tambahan kata-kata lain.
5. Pilih bahasa asli
bukan hasil terjemahan
Buku hasil terjemahan sudah pasti bukan versi asli, dan
nilai buku terjemahan selalu lebih rendah dari buku versi bahasa asli. Jadi
ingatlah untuk selalu mengkoleksi buku yang bukan hasil terjemahan.
6. Kondisi buku harus
baik
Kondisi fisik buku harus dalam keadaan baik. Tanpa noda,
tanpa coretan, tanpa lipatan, tanpa sobekan apalagi halaman yang hilang.
Kerusakan buku sekecil apapun bisa mengurangi harga jual buku koleksi. Jadi
pilihlah buku dengan teliti, dan jagalah dengan baik agar kondisinya tetap
bagus.
7. Pilih buku yang
disuka
Seperti yang disebutkan sebelumnya: mengkoleksi buku karya
pengarang baru adalah seperti berinvestasi di perusahaan baru yang belum
berpengalaman. Tidak semua bisa sukses. Bahkan perusahaan penerbit pun
melakukan banyak proses panjang dalam memilih buku, memilih pengarang baru, dan
mengatur sedemikian rupa agar pemasaran buku berjalan lancar, tapi tetap saja
tidak semua buku yang mereka terbitkan sukses di pasaran.
Kita tidak bisa memprediksi masa depan dengan tepat. Bahkan
paranormal pun tidak bisa melakukannya. Karena itu, dalam hal koleksi buku,
pilihlah buku yang kita suka. Kalau buku pilihan kita tidak terjual sesuai
dengan yang diharapkan, maka setidaknya kita punya buku bagus untuk dibaca dan
dipajang di perpustakaan pribadi kita.
Tips menjual buku koleksi:
Tempat membeli buku
Ada banyak tempat untuk mendapatkan buku. Saya rasa semua orang
sudah tahu. Toko buku di mall mewah sampai toko loak di pinggir jalan. Bisa
juga dari orang pribadi yang menjual buku bekas mereka. Kalau ingin lebih
praktis, bisa beli di toko buku online yang tersebar di seluruh internet.
Di
manapun kita membeli buku, pastikan keamanannya. Pilih penjual yang dipercaya
agar dana kita aman dan bisa mendapat buku dalam kualitas bagus. Khusus membeli
buku secara online, pastikan penjual menyediakan deskripsi rinci dan gambar
lengkap dari buku yang dijual, supaya tahu dengan jelas kualitas buku yang akan
kita beli.
Tempat menjual buku
Sebelum menawarkan buku koleksi kita, cobalah melakukan
survei untuk menentukan harga jual dari buku yang kita koleksi. Lakukan
perbandingan harga dari beberapa website yang menjual buku serupa, lalu pilih
harga terbaik untuk buku kita. Jika harga jualnya masih rendah, cobalah
menunggu beberapa lama sampai ada tawaran harga yang lebih tinggi. Mengkoleksi
buku adalah salah satu bentuk investasi, seringkali kita harus sabar menunggu
kalau ingin mendapat harga jual yang sesuai.
Beberapa cara untuk menjual buku koleksi: (1)tawarkan secara
langsung melalui media sosial yang kita punya, (2)pajang di toko buku online
seperti Tokopedia, OLX, eBay, dsb, (3)promosikan di forum buku atau grup
penggemar buku, ini bisa dicari secara online, (4)jual buku di blog pribadi
atau buat toko online sendiri.
Saya sarankan untuk bergabung di forum buku atau grup penggemar
buku online. Selain sebagai tempat mempromosikan buku, kita juga bisa mendapat
informasi harga buku, dan mencari tahu buku apa yang sedang dicari oleh
kolektor.
Tertarik untuk berinvestasi dalam koleksi buku? Dalam hal
investasi, pilihlah untuk berinvestasi dalam hal yang kita suka. Jika investasi
tidak berhasil secara materi, maka setidaknya kita bisa menikmati proses
investasi yang kita lakukan.

0 comments:
Posting Komentar