Ikhtisar Karya Sastra Indonesia

Pengelompokan karya sastra Indonesia ke dalam angkatan tertentu dilakukan berdasarkan tahun terbit karya sastra mereka, sehingga wajar jika satu nama pujangga atau pengarang muncul dalam dua atau tiga angkatan berbeda.
Ikhtisar Karya Sastra Indonesia
Ikhtisar Karya Sastra Indonesia
Seperti A.A. Navis yang memulai karir menulisnya dengan menjadi bagian dari pengarang angkatan 1950 - 1960-an. Karya pertama A.A. Navis yang berjudul “Robohnya Surau Kami” terbit tahun 1955. Karya beliau berjudul ‘Kemarau” terbit tahun 1967 menempatkan nama A.A. Navis ke dalam  Sastra Angkatan ’66. A.A. Navis terus berkarya bahkan sampai menjelang kematiannya di tahun 2003. Karya terakhirnya “Simarandang” diterbitkan tahun 2003, sebulan setelah kematiannya.

Lalu ada nama Pramoedya Ananta Toer yang roman pertamanya, “Kranji - Bekasi Jatuh” muncul dalam karya sastra angkatan ’45. “Perburuan” yang terbit tahun 1950 ditempatkan sebagai Karya Sastra Angkatan 1950-1960an. Lalu ‘Bumi Manusia” yang terbit tahun 1980 masuk ke dalam Karya Sastra Angkatan 1980. 


A. Karya Sastra Angkatan Dua Puluhan (Angkatan Balai Pustaka)
Masa Angkatan Dua Puluhan dimulai dari tahun 1920 yang ditandai dengan lahirnya roman Azab dan Sengsara karya Merari Siregar, dan berakhir tahun 1932. Karya sastra angkatan dua puluhan antara lain adalah:

1. A. Rivai Ali
- Gubahan (kumpulan puisi, 1930)
- Puspa Aneka (kumpulan puisi, 1931)
2. Abas Soetan Pamoentjak
- Pertemuan (roman, 1927)
3. Abdoel Ager
- Cinta yang Membawa Maut (roman, 1926)
4. Abdoel Moeis
- Salah Asuhan (roman, 1928)
5. Adinegoro atau Djamaluddin
- Darah Muda (roman, 1927)
- Asmara Djaja (roman, 1928)
6. H. M. Zainudin
- Jeumpa Aceh (roman, 1928)
7. Imam Supardi
- Kintamani (roman, 1932)
8. Kedjora
- Karam dalam Gelombang Percintaan (roman, 1926)
9. Marah Rusli
- Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai (1922)
10. Merari Siregar
- Azab dan Sengsara (1920)
- Cerita Si jamin dan Si Johan (karya saduran, 1918)
11. Moh. Kasim
- Muda Teruna (1922)
12. Moh. Yamin
- Tanah Air (kumpulan sajak, 1922)
- Indonesia Tanah Tumpah Darahku (kumpulan sajak, 1928)
13. Nur Sutan Iskandar
- Apa Dayaku Karena Aku Perempuan (roman, 1923)
- Korban Karena Percintaan (roman, 1924)
- Salah Pilih (roman, 1928)
- Karena Mertua (roman, 1932)
14. Rustam Effendi
- Bebasari (drama sajak, 1924)
- Percikan Perenungan (kumpulan sajak, 1926)
15. Sanusi Pane
- Pancaran Cinta (kumpulan sajak 1926)
- Puspa Mega (kumpulan sajak, 1927)
- Airlangga (drama sejarah, 1928)
-  Madah Kelana (kumpulan Sajak, 1931)
- Kertajaya (drama sejarah, 1932)
- Sandyakala ning Majapahit (drama sejarah, 1933)
16. St. Takdir Alisjahbana
- Tak Putus Dirundung Malang (1929)
17. Suman Hasibuan
- Mencari Pencuri Anak Perawan (roman, 1932)
- Kasih tak Terlarai (roman, 1930)
- Percobaan Setia (roman, 1932)
- Kasih Tersesat (roman, 1932)
18. Tulis Sutan Sati
- Saban nan Aluih
- Tak Disangka (roman, 1929)
  

B. Karya Sastra Angkatan Tiga Puluhan (Angkatan Pujangga Baru)
Nama pujangga baru diambil dari nama majalah sastra yang terkenal kala itu yang terbit sejak tahun 1933, nama majalahnya adalah Pujangga Baroe. Karya-karya yang diterbitkan dalam majalah ini berbentuk sajak, cerpen, roman ataupun drama pendek, yang diterbitkan secara bertahap atau bersambung.

Angkatan pujangga baru disebut juga angkatan tiga puluhan sebab angkatan ini lahir di tahun tiga puluhan. Angkatan ini berlangsung mulai dari awal tahun 1933 sampai tahun 1942, yaitu masa penjajah Jepang.

1. A.A. Panji Tisna (I Gusti Nyoman Panji Tisna)
- Sukreni Gadis Bali (roman, 1936)
- Ni Rawit Ceti Penjual Orang (roman, 1935)
- Dewi Karunia (roman, 1938)
- I Swasta Setahun di Bedahulu (roman, 1938)
2. A. Damhuri
- Mencari Jodoh (roman, 1935)
3. A. Hasjmy
- Dewan Sajak (kumpulan sajak, 1941)
- Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak, 1936)
- Bangunlah, o Pemuda
4. A. Rivai Ali
- Kata Hari (kumpulan puisi, 1941)
5. Abdoel Moeis
- Pertemuan Jodoh (1933)
6. Aman Datoek Mojoindo
- Rusmala Dewi (roman, 1934)
- Sebabnya Rafiah Tersesat (roman, 1934)
- Sampaikan Salamku Kepadanya (roman, 1935)
- Menembus Dosa (roman, 1935)
7. Amir Hamzah
- Sebab Dikau dan Bagawadgita
- Nyanyi Sunyi (kumpulan puisi, 1937)
- Buah Rindu (kumpulan puisi, 1941)
- Setangi Timur (kumpulan puisi terjemahan, 1939)
- Sastra Melayu Lama dengan Tokoh-tokohnya (tentang sastra melayu, 1941)
8. Armijn Pane
- Belenggu (roman, 1940)
- Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak, 1939)
9. Ardi Soma
- Cincin Stempel (roman, 1939)
10. Asmara Hadi
- Dalam Lingkungan Kawat Berduri (roman, 1940)
11. HR. Bandaharo
- Sarinah dan Aku (kumpulan puisi, 1940)
12. Hamidah
- Kehilangan Mestika (roman, 1935)
13. Hamka
- Di Bawah Lindungan Ka’bah (roman, 1938)
- Karena Fatimah (roman, 1938)
- Tenggelamnya Kapal van der Wijck (roman, 1939)
- Tuan Direktur (roman, 1939)
- Merantau ke Deli (1939)
14. H.S.D. Muntu
- Pembalasan (roman, 1935)
- Karena Kerendahan Budi (roman, 1940)
15. J.E. Tatengkeng
-  Rindu Dendam  (kumpulan puisi, 1934)
16. L. Wairata
- Cinta dan Kewajiban (roman, 1941)
17. M. Nazir
- Sapu Tangan Fantasi (roman, 1937)
18. M.R. Dajoh
- Syair Untuk A.S.I.B (kumpulan puisi, 1935)
- Pahlawan Minahasa (roman sejarah, 1934)
- Putera Budiman (roman, 1940)
19. Matu Mona
- Zaman Gemilang (roman, 1939)
20. Moh.Kasim
- Teman Duduk (kumpulan cerita-cerita komedi, 1936)
21. Muh. Yamin
- Ken Angrok dan Ken Dedes (drama, 1934)
22. Muhammad Syah
- Dia dan Aku (roman, 1935)
23. Nur Sutan Iskandar
- Tuba Dibalas dengan Susu (roman, 1933)
- Hulubalang Raja (roman sejarah, 1934)
- Si Cebol Rindukan Bulan (roman, 1934)
- Katak Hendak Menjadi Lembu (roman psikologis, 1935)
- Dewi Rimba (roman, 1935)
- Neraka Dunia (roman, 1937)
- Cinta dari Deli (roman, 1939)
24. Or. Mandank
- Pantun Orang Muda (cerita sindiran, 1939)
- Sebab Aku terdiam (cerita sindiran, 1939)
25. Rustam Effendi
- Air Mata Seni
26. Saadah Alim
- Gadir Modern (drama, 1941)
- Pembalasannya (drama, 1941)
- Taman Penghibur Hati (kumpulan cerpen, 1941)
27. Samadi atau Anwar Rasyid
- Senandung Hidup (kumpulan puisi, 1941)
28. Sanusi Pane
- Cinta dan Awan
29. Selasih
- Kalau Tak Untung (roman, 1933)
- Pengaruh Keadaan (roman, 1937)
30. St. Takdir Alisjahbana
- Dian Yang Tak Kunjung Padam
- Layar Terkembang (roman, 1936)
- Anak Perawan di Sarang Penyamun (roman, 1942)
- Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1936)
- Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
31. Suman
- Pencuri Anak Perawan (roman, 1933)
- Tebusan Darah (roman, 1939)
32. Suman Hasibuan
- Tebusan Darah (roman, 1939)
- Kawan Bergelut (kumpulan cerpen, 1938)
33. Sutomo Dhauhar Arifin
- Andang Taruna (roman, 1941)


C. Karya Sastra Angkatan ‘45
Angkatan ’45 disebut juga angkatan Chairil Anwar, karena besarnya perjuangan Chairil Anwar dalam mempelopori angkatan ’45 ini. Ada juga yang menyebut angkatan ’45 sebagai Angkatan Kemerdekaan, karena angkatan ini lahir pada masa Indonesia baru diproklamirkan.

Tidak hanya itu, ada pula beberapa sebutan lain bagi angkatan ’45 ini, yaitu:
a. Angkatan Pembebasan
b. Angkatan Sesudah Perang
c. Angkatan Sesudah Pujangga Baru
d. Angkatan Gelanggang
e. Angkatan Perang

Ciri angkatan ‘45: Bebas, Individualistis, Universalistik, Realistik, Futuristik.

1. Achdiat K. Mihardja
- Atheis (roman)
- Bentrokan Dalam Asmara (kumpulan drama remaja)
- Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen)
- Polemik Kebudayaan (kumpulan polemik)
2. Anas Ma’ruf
- Nyalakan Terus
3. Aoh K. Hadimadja
- Zahra (kumpulan sajak)
- Lakbok (drama)
- Manusia dan Tanah Airnya (kumpulan cerpen)
- Beberapa Paham Angkatan ‘45
4. Asrul Sani
- Elang Laut
- Surat Singkat Tentang Essai (buku kumpulan essai)
5. Barus Siregar
- Busa di Laut Hidup (kumpulan cerpen)
6. Chairil Anwar
- Aku dan 1943
- Kerikil Tajam dan Yang Terampas Dan Yang Luput (kumpulan puisi, 1949)
- Deru Campur Debu (kumpulan puisi,1949)
- Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi, 1950)
7. Dodong Jiwapraja
- Jalan Setapak
8. Hardjadi S. Hartowadojo
- Luka Bayang (kumpulan sajak)
- Kumpulan Sajak-sajak 1950-1953 (kumpulan sajak)
- Munafik (roman)
9. HB Jassin
- Kesusastraan Indonesia Modern Dalam Kritik dan Essai (kupasan kritik dan Essai tentang sastra Indonesia)
- Chairil Anwar Pelopor Angkatan ’45 (Essai)
10. Idrus
- Aki (roman)
- Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (kumpulan naskah drama)
- Keluarga Surono (drama)
- Jibaku Aceh (drama)
- Dokter Bisma (drama)
- Kejahatan Membalas Drama (drama)
- Surabaya (cerpen)
- Taman Kapas (cerpen)
- Coret-Coret di Atas Tanah (cerpen)
11. M. Ali atau Muhammad Ali Maricar
- Hitam Atas Putih (kumpulan drama)
- 5 Tragedi
- Siksa dan Bayangan
- Persetujuan Iblis
- Kubur Tak Bertanda
12. M. Balfas
- Retak (roman)
- Tamu Malam (drama)
- Lingkaran–lingkaran Retak (kumpulan cerpen dan fragmen)
13. Mahatmanto
- Cakar dan Ekor
14. MH. Rustandi Kartakusuma
- Prabu dan Putri (drama)
- Merah Semua Putih Semua (drama)
- Lagu Kian Menjauh (skenario film)
- Rekaman dari Tujuh Daerah (kumpulan sajak)
- Adam dan Si Anak Hilang (essai)
- Homo Faber (essai)
- Surat dari Cidadap Girang (essai)
15. Nur Sutan Iskandar
- Mutiara (roman sejarah, 1946)
- Jangir Bali (roman, terjemahan, otobiografi, 1946)
16. Mohammad Dimyati atau Badaruzman
- Manusia dan Peristiwa (kumpulan cerpen, 1951)
17. Pramoedya Ananta Toer
- Kranji - Bekasi Jatuh (roman, 1947)
- Sepuluh Kepala Nica (1946)
18. Riva’i Alpin
- Pelarian dan Jembatan Patah
19. Riva’i Marlaut
- Dokter Haslinda
20. Rusman Sutiasumarga
- Gadis Bekasi (cerpen)
- Yang Terampas dan Yang Terkandas (kumpulan cerpen)
- Kalung (kumpulan cerpen)
- Korban Romantik (kumpulan cerpen)
21. Rustam St. Palindih
- Lutung Kasarung
-Mekar Bunga Majapahit
- Cindera Mata
22. S. Mundingsari alias Suparman
- Jaya Wijaya (roman, 1952)
23. S. Rukiah
- Mak Esah
- Tandus (kumpulan sajak)
- Kejatuhan dan Hati (roman, 1950)
24. Saadah Alim
- Pembalasannya
25. Saleh Sastra Winata
- Kisah Sewajarnya (kumpulan cerpen)
26. Sitor Situmorang
- Surat Kertas Hijau (kumpulan puisi)
- Wajah Tak Bernama (kumpulan puisi)
- Jalan Mutiara (drama)
- Pertempuran dan Salju di Paris (kumpulan cerpen)
- Zaman Baru (kumpulan puisi)
- Pangeran (kumpulan cerpen)
- Sastra Revolusioner (kumpulan essai)
27. SK. Mulyadi
- Kuburan (kumpulan cerpen)
28. Suwarsih Djojopuspito
- Di Luar Garis (roman)
- Tujuh Cerita Pendek dan Empat Serangkai (kumpulan cerpen)
29. Taslim Ali
- Kepada Angin
30. Trisno Sumarjo
- Kata Hati dan Perbuatan (kumpulan sajak, cerpen, drama)
- Cinta Teruna (drama)
- Rumah Raja (kumpulan drama)
- Daun Kering (kumpulan cerpen)
- Wajah-wajah Yang Berubah (kumpulan cerpen)
- Silhuet (kumpulan sajak)
31. Usmar Ismail
- Citra
- Sedih dan Gembira (drama)
32. Utuy Tatang Sontani
- Tambera (roman)
- Awal dan Mira (drama)
- Bunga Rumah Makan (drama)
- Sangkuriang (drama)
- Saat Yang Genting (drama)
- Manusia Iseng (drama)
- Sayang Ada Orang Lain (drama)
- Di Langit Ada Bintang (drama)
- Si Kabayan (drama)
- Si Sapar (drama)
- Si Kampeng (drama)
- Selamat Jalan Anak Kufur (drama)
- Orang-orang Sial (cerpen)
33. Walujati
- Pujani (roman, 1950)
34. Waluyati Supangat
- Juita
35. Zuber Usman
- Sepanjang Jalan dengan Beberapa Cerita Lain


D. Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 - 1960-an
1. A.A. Navis
- Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen, 1955)
- Bianglala (kumpulan cerita pendek, 1963)
- Hujan Panas (1964)
2. Ajip Rosidi
- Tahun-tahun Kematian (1955)
- Ditengah Keluarga (1956)
- Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)
- Cari Muatan (1959)
- Pertemuan Kembali (1961)
3. Bokor Hutasuhut
- Datang Malam (1963)
4. Bur Rasuanto
- Bumi yang Berpeluh (kumpulan cerpen, 1963)
5. Marius Ramis Dayoh
- Putra Budiman (1951)
- Pahlawan Minahasa (1957)
6. Mochtar Lubis
- Tak Ada Esok (1950)
- Jalan Tak Ada Ujung (1952)
- Tanah Gersang (1964)
- Si Djamal (1964)
7. Nh. Dini
- Dua Dunia (1950)
- Hati jang Damai (1960)
8. Nugroho Notosusanto
- Hujan Kepagian (1958)
- Tiga Kota (1959)
- Rasa Sajangé (1961)
9. Pramoedya Ananta Toer 
- Keluarga Gerilya (1950)
- Perburuan (1950)
- Bukan Pasar Malam (1951)
- Di Tepi Kali Bekasi (1951)
- Subuh (kumpulan cerpen, 1951)
- Percikan Revolusi (kumpulan cerpen, 1951)
- Mereka yang Dilumpuhkan (1951)
- Cerita dari Blora (1952)
- Cerita Calon Arang (1957)
- Gadis Pantai (1965)
10. Purnawan Tjondronagaro
- Mendarat Kembali (1962)
11. Ramadhan K.H
- Priangan si Jelita (1956)
12. Sitor Situmorang
- Dalam Sadjak (1950)
- Surat Kertas Hidjau (kumpulan sajak, 1953)
- Djalan Mutiara (kumpulan sandiwara, 1954)
- Wadjah Tak Bernama (kumpulan sajak, 1955)
- Pertempuran dan Saldju di Paris (1956)
13. Subagio Sastrowardojo
- Simphoni (1957)
14. Toha Mochtar
- Pulang (1958)
- Gugurnya Komandan Gerilya (1962)
- Daerah Tak Bertuan (1963)
15. Toto Sudarto Bachtiar
- Etsa sajak-sajak (1956)
- Suara - kumpulan sajak 1950-1955 (1958)
16. Trisnojuwono
- Laki-laki dan Mesiu (1951)
- Angin Laut (1958)
- Di Medan Perang (1962)
17.  W.S. Rendra
- Balada Orang-orang Tercinta (1957)
- Empat Kumpulan Sajak (1961)
- Ia Sudah Bertualang (1963)
18. Abdoel Moeis
- Surapati (novel, 1950)


E. Karya Sastra Angkatan ‘66
Nama Angkatan ’66 dikemukakan oleh HB. Jassin dalam bukunya Angkatan ’66, penamaan ini dimaksudkan untuk menanamkan suatu kelompok sastra setelah angkatan ’45.

Angkatan ’66 muncul di tengah-tengah keadaan politik bangsa Indonesia sedang kacau, karena adanya teror PKI (Partai Komunis Indonesia) yang hendak mengambil alih kekuasaan negara. Akibat kekacauan politik yang demikian, bidang kesenian, kesusastraan, ataupun bidang kebudayaan lainnya ikut kacau pula. Terjadi persaingan antara kelompok Lekra (lembaga Kebudayaan Rakyat) di bawah PKI dengan kelompok Manikebu (Manifes Kebudayaan) yang masih memegang Pancasila.

Para sastrawan dan mahasiswa melakukan protes, tak hanya lewat demonstrasi, juga protes melalui karya sastra. Karena itu, karya-karya sastra yang lahir pada Angkatan ’66 ini banyak berbau protes dan politik.

1. A.A. Navis
- Kemarau (1967) 
- Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi (novel, 1970)
- Dermaga dengan Empat Sekoci (kumpulan puisi, 1975)
2. A. Bastari Asnin
- Di Tengah Padang  (kumpulan cerpen)
- Laki-laki Berkuda (kumpulan cerpen)
3. Abdul Hadi WM
- Meditasi (1976)
- Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
- Tergantung Pada Angin (1977)
4. Ajip Rosidi
- Perjalanan Penganten (Kisah)
5. Arifin C. Noer
- Kapai-Kapai (drama)
- Kasir Kita (drama)
- Prita Istri Kita (drama)
- Ia Telah Datang Ia  Telah Pergi (drama)
6. B. Soelarto
- Domba-domba Revolusi (drama, 1968)
7. Bur Rasuanto
- Tuyet (roman, 1978)
- Mereka Telah Bangkit (kumpulan sajak)
- Sang Ayah (roman, 1969)
8. Chairul Harun
- Warisan (1979)
9. Danarto
- Godlob
- Adam Makrifat
- Berhala
10. Goenawan Mohamad
- Parikesit (1969)
- Interlude (1971)
- Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972)
11. Harijadi S. Hartowardojo
- Perjanjian dengan Maut (1976)
12. Hartoyo Andang Jaya
- Seks Sastra Kita (Essai)
13. Ismail Marahimin
- Dan Perang Pun Usai (1979)
14. Iwan Simatupang
- Ziarah (1968)
- Kering (1972)
- Merahnya Merah (1968)
- Keong (1975)
- RT Nol/RW Nol
- Tegak Lurus Dengan Langit
15. Jamil Suherman
 - Perjalanan ke Akhirat
16. Kuntowijoyo
- Khotbah di Atas Bukit (1976)
17. Leon Agusta
- Monumen Safari (1966)
- Catatan Putih (1975)
- Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978)
- Hukla (1979)
18. M. Balfas
- Lingkaran-lingkaran Retak (1978)
19. M.A Salmoen
- Masa Bergolak (1968)
20. Mahbub Djunaidi
- Dari Hari ke Hari (1975)
21. Motinggo Busye
- Hari Ini tak Ada Cinta
- Malam Jahanam (drama)
22. Nasjah Djamin
- Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968)
23. Parakitri Tahi Simbolon
- Ibu (1969)
24. Putu Wijaya
- Bila Malam Bertambah Malam (1971)
- Telegram (1973)
- Stasiun (1977)
- Pabrik
- Gres
- Bom
25. Sapardi Djoko Damono
- Dukamu Abadi (1969)
- Mata Pisau (1974)
26. Sutardji Calzoum Bachri
- Amuk
- Kapak
27. Taufik Ismail
- Yang Kami Minta Hanyalah
- Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
- Tirani dan Benteng (kumpulan puisi, 1966)
- Buku Tamu Musim Perjuangan
- Kenalkan
28. Titis Basino
- Bukan Rumahku (1976)
- Pelabuhan Hati (roman, 1978)
29. Toha Mukhtar
- Pagar Kawat Berduri (roman)
30. Toto Sudarto Bachtiar
- Pahlawan Tak Dikenal (kumpulan puisi)
31. Umar Kayam
- Seribu Kunang-kunang di Manhattan
- Sri Sumarah dan Bawuk
- Lebaran di Karet
- Pada Suatu Saat di Bandar Sangging
- Kelir Tanpa Batas
- Para Priyayi
- Jalan Menikung
32. Wildan Yatim
- Pergolakan (1974)
33. Wisran Hadi
- Empat Orang Melayu
- Jalan Lurus
34. WS. Rendra
- Balada Orang-Orang Tercinta (kumpulan puisi)


F. Karya Sastra Angkatan 1980
1.  A.A. Navis
- Di Lintasan Mendung (1983)
- Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (1984)
- Pasang Surut Pengusaha Pejuang (Otobiografi Hasjim Ning, 1986)
- Hujan Panas dan Kabut Musim (kumpulan cerpen, 1990)
- Cerita Rakyat dari Sumatera Barat (1994)
- Surat dan Kenangan Haji (1994)
- Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 2 (1998)
- Yang Berjalan Sepajang Jalan (1999)
- Jodoh (kumpulan cerpen, 1999)
2. Ahmad Tohari
- Kubah (1980)
- Ronggeng Dukuh Paruk (1982)
- Lintang Kemukus Dini Hari (1985)
- Jantera Bianglala (1986)
- Di Kaki Bukit Cibalak (1986)
- Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
- Bekisar Merah (1993)
- Lingkar Tanah Lingkar Air (1995)
3. Ahmadun Yosi Herfanda
 - Ladang Hijau (1980)
- Sajak Penari (1990)
- Sebelum Tertawa Dilarang (1997)
- Fragmen-fragmen Kekalahan (1997)
- Sembahyang Rumputan (1997)
4. Arswendo Atmowiloto
- Canting (1986)
5. Budi Darma
- Olenka (1983)
- Rafilus (1988)
6. Darman Moenir
- Bako (1983)
- Dendang (1988)
7. Dorothea Rosa Herliany
- Nyanyian Gaduh (1987)
- Matahari yang Mengalir (1990)
- Kepompong Sunyi (1993)
- Nikah Ilalang (1995)
- Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999)
8. Gustaf Rizal
- Segi Empat Patah Sisi (1990)
- Segi Tiga Lepas Kaki (1991)
- Ben (1992)
- Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999)
9. Hilman Hariwijaya
- Lupus - 28 novel (1986-2007)
- Lupus Kecil - 13 novel (1989-2003)
- Olga Sepatu Roda (1992)
- Lupus ABG - 11 novel (1995-2005)
10. Pramoedya Ananta Toer
- Bumi Manusia (1980)
- Anak Semua Bangsa (1981)
- Rumah Kaca (1988)
- Arus Balik (1995)
- Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995)
- Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997)
- Arok Dedes (1999)
11. Remy Sylado
- Ca Bau Kan (1999)
12. Sindhunata
- Anak Bajang Menggiring Angin (1984)
13. Y.B. Mangunwijaya
- Burung-Burung Manyar (1981)


G. Karya Sastra Angkatan 2000
1. A.A. Navis 
- Dermaga Lima Sekoci (2000)
- Kabut Negeri Si Dali (kumpulan cerpen, 2001)
- Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3 (2001)
- Bertanya Kerbau Pada Pedati (kumpulan cerpen, 2002)
- Gerhana (novel, 2004)
2. Ahmad Tohari
- Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
- Belantik (2001)
- Orang-Orang Proyek (2002)
- Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
- Ronggek Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006)
3. Andrea Hirata
- Laskar Pelangi (2005)
- Sang Pemimpi (2006)
- Edensor(2007)
- Maryamah Karpov (2008)
- Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010)
- Sebelas Patriot (2011)
- Laskar Pelangi Song Book (2012)
4. Asma Nadia
- Catatan Hati Seorang Istri (2007)
5. Ayu Utami
- Saman (1998)
- Larung (2001)
6. Dewi Lestari
- Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (2001)
- Supernova 2.1: Akar (2002)
- Supernova 2.2: Petir (2004)
7. Habiburrahman El Shirazy
- Ayat-Ayat Cinta (2004)
- Diatas Sajadah Cinta (2004)
- Ketika Cinta Berbuah Surga (2005)
- PudarnyaPesona Cleopatra (2005)
- Ketika CintaBertasbih 1 (2007)
- Ketika CintaBertasbih 2 (2007)
- Dalam Mihrab Cinta (2007)
8. Hermawan Aksan
- DyahPitaloka: Korban Ambisi Politik Gajah Mada (2007)
- Niskala:Gajah Mada Musuhku (2008)
9. Geidurrahman Elmishry
- Bait-BaitCinta (2008)
10. Langit Kresna Hariadi
- Gajah Mada 1(2004)
- Gajah Mada:Bergelut dalam Takhta dan Angkara (2006)
11. Pramoedya Ananta Toer
- Drama Mangir (2000)
- Larasati (2000)
- Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (2005)
12. Raditya Dika
- Kambing Jantan (2005)
- CintaBrontosaurus (2006)
13. Remy Sylado
- Kerudung Merah Kirmizi (2002)
14. Seno Gumira Ajidarma
- Atas Nama Malam
- Sepotong Senja untuk Pacarku
- Biola Tak Berdawai
15. Tere Liye
- Hafalan Shalat Delisa (2005)
- Kisah Sang Penandai (2005)
- Moga Bunda Disayang Allah (2006)
- Bidadari-Bidadari Surga (2008)
- Burlian (2009)
- Rembulan Tenggelam Di Wajahmu (2009)
- Pukat,(2010)
- Daun yang jatuh tak pernah membenci angin (2010)
- Eliana (2011)
- Ayahku Bukan Pembohong, (2011)
- Sunset Bersama Rosie (2011)
- Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah (2012)
- Berjuta Rasanya (2012)
- Negeri Para Bedebah (2012)
- Sepotong Hati yang Baru (2012)
- Negeri Di Ujung Tanduk (2013)
- Amelia (2013)
- Bumi (2014)
- Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta (2014)
- Rindu (2014)



Sumber Artikel dan Gambar:
Ikhtisar Sastra Indonesia (1996), karya Drs. Supratman Abdul Rani
http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata, diakses pada Minggu, 24 Agustus 2014
http://www.tamanismailmarzuki.co.id/tokoh/bur.html, diakses pada Sabtu, 23 Agustus 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer, diakses pada Selasa, 26 Agustus 2014

0 comments:

Posting Komentar