![]() |
Deskripsi:
Dwilogi Padang Bulan terdiri dari dua novel, yaitu novel Padang Bulan dan novel Cinta di Dalam Gelas, dengan urutan Padang Bulan terlebih dulu. Dwilogi Padang Bulan mengukuhkan Andrea Hirata sebagai cultural
novelist sekaligus periset sosial dan budaya.
Watak manusia yang penuh
kejutan, sifat-sifat unik sebuah komunitas, parodi, dan cinta, ditulis dengan
cara membuka pintu-pintu baru bagi pembaca untuk melihat budaya, diri sendiri
dan memahami cinta dengan cara yang tak biasa.
Novel Padang Bulan
dimulai dengan kisah seorang gadis berusia 14 tahun, bernama Enong, yang menggemari
pelajaran bahasa Inggris, tapi terpaksa harus berhenti sekolah untuk bekerja
menafkahi seluruh keluarganya.
Lalu bersambung pada novel Cinta di Dalam Gelas, mengisahkan perjalanan nasib gadis kecil itu
seperti sebuah epos, melalui gaya khasnya –menertawakan kepedihan, memparodikan
tragedi, mengkritik tanpa menjadi sarkastik, kisah Enong menjadi seperti
panggung di dalam lembaran-lembaran kertas.
Dwilogi Padang Bulan
bukan hanya mengisahkan sebuah keluarga sederhana, namun mengisahkan impian dan
keberanian seorang gadis kecil dalam menjalani hidup, serta kisah seorang
lelaki yang menjadi berantakan karena tragedi cinta pertama.
Kutipan dari dwilogi Padang
Bulan:
- Padang Bulan
“Orang-orang itu telah
melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu,
namun belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri.”
“Begitu banyak hidup
orang berubah lantaran sebuah pertemuan. Disebabkan hal itu, umat Islam
disarankan melihat banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang supaya
nasibnya berubah.”
“Namun, ternyata, jika
seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahun, dan dari waktu ke waktu
mengenai isi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu saja, maka saat
orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak tertangguhkan, menggeletar
sepanjang waktu.”
- Cinta di Dalam
Gelas
“Beri aku sesuatu yang
paling sulit, aku akan belajar!”
“aku belajar menaruh
hormat kepada orang yang menegakkan martabatnya dengan cara membuktikan dirinya
sendiri, bukan dengan membangun fikiran negatif tentang orang lain.”
“aku tak habis
mengerti, mengapa orang-orang gampang sekali mengata-ngatai pemerintah. Kalau
bicara, sekehendak hatinya saja. Apa mereka kira gampang mengelola negara?
Mengurusi ratusan juta manusia? Yang semuanya tak bisa diatur. Kalau mereka
sendiri yang disuruh mengurusi negara, takkan becus juga!”
Edisi dan cetakan dwilogi
Padang Bulan:
![]() |
Padang Bulan (novel
pertama dwilogi Padang Bulan)
Penerbit: Bentang
Pustaka
Tahun terbit: 2010
ISBN13: 9786028811095
Edisi:
Paperback, 254 halaman
Bahasa: Indonesia
|
![]() |
Cinta di Dalam Gelas
(novel kedua dwilogi Padang Bulan)
Penerbit: Bentang
Pustaka
Tahun terbit: 2010
Edisi:
Paperback, 270 halaman
Bahasa: Indonesia
|
Edisi terjemahan dwilogi Padang Bulan:
![]() |
Dwilogi Padang Bulan
Dua novel yang
dicetak dalam satu buku.
Penerbit: PTS Litera
Sdn Bhd
Tahun terbit: 2011
ISBN13: 9789675783579
Edisi:
Paperback, 521 halaman
Bahasa: Melayu
|



0 comments:
Posting Komentar