![]() |
Nama Lain: Andrea
Hirata
Lahir: 24
Oktober 1967, di Gantung, Bangka Belitung
Website: www.andrea-hirata.com
Andrea Hirata disebut-sebut sebagai novelis yang telah merevolusi sastra
Indonesia. Waktu kecil, Andrea Hirata pernah berganti nama hingga 7
kali. Sampai akhirnya ia diberi nama Andrea Hirata oleh orang tuanya.
Andrea Hirata sebenarnya mendapat gelar pendidikan tinggi di
bidang ekonomi, namun begitu, ia juga menggemari ilmu ilmiah –fisika, kimia,
biologi, astronomi– dan menggemari sastra.
Tahun 2005, Andrea Hirata merilis novel Laskar Pelangi, yang ditulis berdasarkan pengalaman masa kecilnya.
Pengalaman masa kecil yang ia gambarkan sebagai "sebuah ironi tentang
kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di
dunia." Novel ini menjadi novel best
seller, tidak hanya di skala nasional tapi juga pada skala internasional.
Novel Laskar Pelangi telah
diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan terus dicetak ulang hingga sekarang.
Kepopuleran novel Laskar
Pelangi telah melambungkan nama Andrea Hirata sebagai salah satu sastrawan
terkemuka dari Indonesia. Nicola Horner, seorang jurnalis di London, menyebut:
“Andrea adalah seorang seniman kata-kata.”
Selain merangkai kata menjadi novel, Andrea Hirata ternyata
juga bisa merangkai kata menjadi lagu. Pengalamannya sebagai pencipta lagu
dimulai saat dia menciptakan lagu Cinta
Gila untuk soundtrack film Sang
Pemimpi. Tidak tanggung-tanggung, lagu tersebut dipopulerkan oleh Band Ungu
dan terpilih sebagai The Best Soundtrack
pada Indonesia Movie Award 2009.
Selain itu, ia juga menciptakan tiga lagu masing-masin
berjudul PSSI Aku Datang, Sebelas Patriot, dan Sorak Indonesia yang kemudian versi
CD-nya dimuat dalam novel Sebelas Patriot.
Menurut Andrea Hirata, lagu-lagu tersebut adalah puisi yang dinyanyikan dan
semangat yang didendangkan.
Sebagai bentuk kepeduliannya pada pendidikan dan sastra,
awal tahun 2010 Andrea Hirata membangun museum sastra atau literary museum pertama di Indonesia, yang diberi nama Museum Kata Andrea Hirata atau dalam
bahasa Inggris disebut Andrea Hirata
Words Museum.
![]() |
| Museum Kata Andrea Hirata |
Museum Kata ini berlokasi di Jalan Laskar Pelangi 10
Gantung, Belitung, Indonesia 33462. Museum yang unik dan terpencil ini telah
menjadi salah satu objek wisata yang paling sering dikunjungi, dengan ribuan
pengunjung dari seluruh dunia setiap minggunya.
Trivia / Penghargaan Andrea Hirata:
- Pemenang Buch Awards Jerman 2013
- Pemenang Festival Buku New York 2013, untuk kategori fiksi
- Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas
Warwick 2015
Karya Andrea Hirata:
Kontribusi:
Salah satu cerpen karya Andrea Hirata dimuat di buku
kumpulan cerpen Where the Shoreline Used
to Be (2016). Buku berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh Penguin
Australia memuat karya-karya yang diciptakan oleh para pencipta dari Australia
dan negara lain, termasuk dari Indonesia.
Kutipan / quotes dari
Andrea Hirata:
“...berbuat yang
terbaik pada titik di mana aku berdiri, itulah sesungguhnya sikap yang
realistis.”
“Jika kita berupaya
sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih
nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita
sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaannya.”
“Tak ada yang dapat
dicapai di dunia ini tanpa usaha yang rasional.”
“Sudah kukatakan
padamu, Kawan, di negeri ini, mengharapkan bahagia datang dari pemerintah, agak
sedikit riskan”
“Jika berfikir
positif, ternyata mengenal seseorang secara emosional memberikan akses pada
sebuah bank data kepribadian tempat kita belajar banyak hal baru.”
“Orang cerdas berdiri
dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang
lain. Mereka yang tidak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam
kegelapan itu. Orang yang tidak cerdas hidup di dalam terang. Sebuah senter
menyiramkan sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai
batas lingkaran cahaya senter itu.”
“...ilmu demikian luas untuk disombongkan...”
“jika anda memiliki
kesempatan mendapatkan cinta pertama di sebuah toko kelontong, meskipun toko
itu bobrok dan bau tengik, maka rebutlah cepat-cepat kesempatan itu, karena
cinta semacam itu bisa menjadi demikian indah tak terperikan!”


0 comments:
Posting Komentar