7 Keajaiban Alam Dunia (versi Seven Natural Wonders)

Tahun 1997, CNN dan organisasi Seven Natural Wonders merilis daftar 7 Keajaiban Alam Dunia (Seven Natural Wonders of the World). Organisasi Seven Natural Wonders dibentuk khusus untuk mempromosikan dan melindungi keajaiban alam yang ada di dunia. Mereka berharap orang akan lebih perduli untuk menjaga kelestarian keajaiban alam yang ada di dunia.

Note: ada beberapa daftar serupa tapi tak sama, contohnya seperti Seven Natural Wonders of the World berbeda dengan versi New 7 Wonders of Nature yang diumumkan oleh Bernard Weber tanggal 11 Nopember 2011.

Situs dan fenomena alami yang masuk daftar Seven Natural Wonders merupakan keajaiban yang tercipta alami dan bisa dilihat dari planet bumi. Seperti gunung yang menjulang setinggi ribuan meter, air terjun raksasa, atau cahaya yang membentang hingga ratusan kilometer di langit malam.

Daftar 7 Keajaiban Alam Dunia versi CNN dan Seven Natural Wonders


1. Aurora Borealis
1. Aurora Borealis
Aurora Borealis, di Norwegia
Aurora borealis disebut juga northern lights (cahaya utara), karena merupakan kilauan cahaya menakjubkan yang hanya bisa dilihat di wilayah ujung utara bumi. Beberapa tempat yang biasa dikunjungi oleh traveler untuk menyaksikan aurora borealis adalah Alaska, Kanada, Greenland, Norwegia, Finlandia, dan Swedia.

Secara ilmiah, aurora muncul saat elektron bermuatan tinggi dari tata surya bergesekan dengan elemen oksigen dan nitrogen dari atmosfer bumi. Pergerakan aurora borealis disebabkan oleh pergeseran konstan dari daya magnet dan elektrik yang berreaksi satu sama lain.

Tapi, ada legenda yang menyebut bahwa aurora muncul saat roh orang mati terbang menuju surga (langit). Dan derak bunyi seperti siulan yang biasa terdengar saat kemunculan aurora merupakan suara dari roh tersebut. Legenda ini masih diceritakan sampai sekarang.

Aurora borealis membentang antara 80 kilometer hingga sepanjang 640 kilometer di langit malam. Serta bisa muncul dalam variasi warna hijau, biru, ungu, kuning, dan merah. Variasi warna ini tergantung pada variasi tabrakan atom dan lokasi terjadinya tabrakan.


2. Harbor of Rio De Janeiro, di Brazil
2. Harbor of Rio De Janeiro, di Brazil
Harbor of Rio De Janeiro
Harbor of Rio De Janeiro disebut juga Guanabara Bay, terletak di negara bagian Rio de Janeiro, Brazil. Teluk terbesar kedua di Brazil dengan luas area 412 kilometer persegi. Di area Guanabara Bay, terdapat lebih dari 130 pulau yang semuanya terbagi menjadi empat kota, yaitu Rio de Janeiro, Duque de Caxias, Niterói, dan São Gonçalo.

Guanabara Bay pertama kali ditemukan tanggal 1 Januari 1502 oleh penjelajah dari Portugis bernama Gaspar de Lemos, dan Gonçalo Coelho. Nama Guanabara diambil dari bahasa Tupi yaitu goanã-pará, yang jika diterjemahkan secara tradisional artinya "the bosom of sea".

Dulu Guanabara Bay memiliki ekosistem yang kaya, namun sekarang ekosistemnya mengalami kerusakan parah, terutama di area hutan mangrove. Penyebabnya adalah penebangan hutan, urbanisasi, polusi, pembuangan, dan tumpahan minyak.


3. Grand Canyon, di Amerika
Grand Canyon, di Amerika
Grand Canyon
Grand Canyon berada di wilayah negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Ukurannya mencapai lebar 29 km, panjang 446 km, dan kedalaman 1,83 km. Cuaca di Grand Canyon bisa sewaktu-waktu berubah secara dramatis.

Grand Canyon merupakan ngarai raksasa yang curam terkenal dengan keindahan lanskap dan formasi batunya. Ilmuwan percaya bahwa Grand Canyon terbentuk akibat Sungai Colorado memotong sebuah selat selama lebih dari 17 juta tahun.

Terdapat banyak tanaman gurun dan spesies hewan langka di Grand Canyon. Serta banyak batuan metamorf  berumur 1,15 miliar tahun yang dipercaya bisa mengungkapkan fakta sejarah planet bumi.


4. Great Barrier Reef, di Australia
4. Great Barrier Reef, di Australia
Great Barrier Reef
Great Barrier Reef merupakan jaringan terumbu karang terbesar di dunia, yang membentang sepanjang 2.600 kilometer. Terdiri dari 900 pulau dan lebih dari ±3.000 terumbu karang.

Luas keseluruhannya lebih besar dari gabungan negara bagian Victoria dan Tasmania. Saking luasnya, konon Great Barrier Reef bisa terlihat dari luar angkasa.

Great Barrier Reef juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO karena ukurannya yang sangat luas, serta karena jaringan terumbu karang ini menjadi rumah bagi ±1.500 spesies ikan, ±30 spesies paus dan lumba-lumba.


5. Gunung Everest
5. Gunung Everest
Gunung Everest
Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia setinggi 8.848 meter diukur dari permukaan laut, dan gunung tertinggi ke-5 di dunia jika diukur dari pusat bumi.

Ilmuwan menyebut bahwa tinggi gunung Everest masih terus bertambah sekitar 4 mm setiap tahun. Puncak gunung Everest mengandung batu gamping berumur 250 juta tahun. Suhu di puncak gunung Everest berkisar antara -36 ºCelsius di musim dingin dan -19 ºCelsius di musim panas.

Gunung Everest berada di wilayah pegunungan Himalaya, antara perbatasan Tibet dan Nepal. Nama Everest diambil dari George Everest, seorang surveyor general asal Inggris.


6. Gunung Berapi Parícutí­n, di Meksiko
Gunung Berapi Parícutí­n, di Meksiko
Foto: Smithsonian Institution National Museum of Natural History Global Volcanism Program
Parícutí­n merupakan gunung berapi paling muda di seluruh Amerika. Parícutin terletak di wilayah Michoacán, dekat kota Uruapan, dan berjarak 322 kilometer dari Mexico City. Area sekitar gunung berapi Parícutí­n dikenal rentan terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Gunung berapi Parícutí­n masuk daftar keajaiban alam di dunia karena kemunculan gunung ini disaksikan oleh manusia. Gunung berapi ini tiba-tiba tumbuh di kebun jagung milik penduduk lokal bernama Dionisio Pulido tahun 1943. Kemunculannya menarik popularitas dan perhatian dari ilmuwan.

Ilmuwan telah membuat dokumentasi lengkap tentang siklus hidup dari gunung berapi Parícutí­n. Selama sembilan tahun pertama masa hidup Parícutí­n, ilmuwan telah mengambil ribuan sample, foto, pemetaan, dan catatan lengkap mengenai jenis letusan yang terjadi pada Parícutí­n.

Letusan terakhir dari Parícutí­n terjadi tahun 1952. Letusan ini merusak area seluas 233 kilometer persegi, membunuh tiga orang, dan membuat dua desa terpaksa dievakuasi karena terkubur lava.

Parícutí­n sekarang berstatus tidak aktif dan menjadi tujuan wisata. Banyak turis sengaja datang untuk mendaki gunung berapi Parícutí­n, dan mengunjungi reruntuhan gereja San Juan Parangaricutiro yang tertutup lava yang sudah mengeras.


7. Air Terjun Victoria, di perbatasan Zambia dan Zimbabwe
Air Terjun Victoria, di perbatasan Zambia dan Zimbabwe
Air terjun Victoria
Air terjun Victoria merupakan air terjun paling luas di dunia, dengan lebar 1,6 kilometer dan tinggi 108 meter. Dipercaya bahwa penjelajah pertama dari Eropa bernama David Livingstone menemukan air terjun Victoria tanggal 16 November 1855.

Konon air terjun Victoria bisa terlihat dari jarak 50 kilometer karena saking kuatnya aliran air yang jatuh. Dan kadang di malam bulan purnama bisa terlihat moonbow (pelangi malam) yang muncul akibat semburan air terjun.

Air terjun raksasa Victoria berada di kawasan taman nasional Victoria, di perbatasan Zambia dan Zimbabwe juga dikenal dengan sebutan Taman Nasional Mosi-oa-Tunya. Konon, hutan hujan Victoria dikenal sebagai satu-satunya tempat di bumi yang ‘seolah mendapat hujan sepanjang tahun’.


0 comments:

Posting Komentar