Note: ada
beberapa daftar serupa tapi tak sama, contohnya seperti Seven Natural Wonders of the
World berbeda dengan versi New 7
Wonders of Nature yang diumumkan oleh Bernard Weber tanggal 11 Nopember
2011.
Situs dan fenomena alami yang masuk daftar Seven Natural Wonders merupakan
keajaiban yang tercipta alami dan bisa dilihat dari planet bumi. Seperti gunung
yang menjulang setinggi ribuan meter, air terjun raksasa, atau cahaya yang
membentang hingga ratusan kilometer di langit malam.
Daftar 7 Keajaiban Alam Dunia versi CNN dan Seven Natural Wonders
1. Aurora Borealis
![]() |
| Aurora Borealis, di Norwegia |
Aurora borealis disebut juga northern lights (cahaya utara), karena merupakan kilauan cahaya
menakjubkan yang hanya bisa dilihat di wilayah ujung utara bumi. Beberapa
tempat yang biasa dikunjungi oleh traveler untuk menyaksikan aurora borealis
adalah Alaska, Kanada, Greenland, Norwegia, Finlandia, dan Swedia.
Secara ilmiah, aurora muncul saat elektron bermuatan tinggi
dari tata surya bergesekan dengan elemen oksigen dan nitrogen dari atmosfer
bumi. Pergerakan aurora borealis disebabkan oleh pergeseran konstan dari daya
magnet dan elektrik yang berreaksi satu sama lain.
Tapi, ada legenda yang menyebut bahwa aurora muncul saat roh
orang mati terbang menuju surga (langit). Dan derak bunyi seperti siulan yang
biasa terdengar saat kemunculan aurora merupakan suara dari roh tersebut.
Legenda ini masih diceritakan sampai sekarang.
Aurora borealis membentang antara 80 kilometer hingga
sepanjang 640 kilometer di langit malam. Serta bisa muncul dalam variasi warna
hijau, biru, ungu, kuning, dan merah. Variasi warna ini tergantung pada variasi
tabrakan atom dan lokasi terjadinya tabrakan.
2. Harbor of Rio De
Janeiro, di Brazil
![]() |
| Harbor of Rio De Janeiro |
Harbor of Rio De Janeiro disebut juga Guanabara Bay, terletak di negara bagian Rio de Janeiro, Brazil. Teluk
terbesar kedua di Brazil dengan luas area 412 kilometer persegi. Di area
Guanabara Bay, terdapat lebih dari 130 pulau yang semuanya terbagi menjadi empat
kota, yaitu Rio de Janeiro, Duque de Caxias, Niterói, dan São Gonçalo.
Guanabara Bay pertama kali ditemukan tanggal 1 Januari 1502
oleh penjelajah dari Portugis bernama Gaspar de Lemos, dan Gonçalo Coelho.
Nama Guanabara diambil dari bahasa Tupi yaitu goanã-pará, yang jika diterjemahkan secara tradisional artinya "the bosom of sea".
Dulu Guanabara Bay memiliki ekosistem yang kaya, namun
sekarang ekosistemnya mengalami kerusakan parah, terutama di area hutan
mangrove. Penyebabnya adalah penebangan hutan, urbanisasi, polusi, pembuangan,
dan tumpahan minyak.
3. Grand Canyon, di Amerika
![]() |
| Grand Canyon |
Grand Canyon berada di wilayah negara bagian Arizona,
Amerika Serikat. Ukurannya mencapai lebar 29 km, panjang 446 km, dan kedalaman
1,83 km. Cuaca di Grand Canyon bisa sewaktu-waktu berubah secara dramatis.
Grand Canyon merupakan ngarai raksasa yang curam terkenal dengan keindahan lanskap dan formasi
batunya. Ilmuwan percaya bahwa Grand Canyon terbentuk akibat Sungai Colorado
memotong sebuah selat selama lebih dari 17 juta tahun.
Terdapat banyak tanaman gurun dan spesies hewan langka di
Grand Canyon. Serta banyak batuan metamorf berumur 1,15 miliar tahun yang
dipercaya bisa mengungkapkan fakta sejarah planet bumi.
4. Great Barrier
Reef, di Australia
![]() |
| Great Barrier Reef |
Great Barrier Reef merupakan jaringan terumbu karang
terbesar di dunia, yang membentang sepanjang 2.600 kilometer. Terdiri dari 900
pulau dan lebih dari ±3.000 terumbu karang.
Luas keseluruhannya lebih besar dari gabungan negara bagian Victoria dan Tasmania. Saking luasnya, konon Great
Barrier Reef bisa terlihat dari luar angkasa.
Great Barrier Reef juga masuk dalam daftar Situs Warisan
Dunia UNESCO karena ukurannya yang sangat luas, serta karena jaringan terumbu
karang ini menjadi rumah bagi ±1.500
spesies ikan, ±30 spesies
paus dan lumba-lumba.
5. Gunung Everest
![]() |
| Gunung Everest |
Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia setinggi
8.848 meter diukur dari permukaan laut, dan gunung tertinggi ke-5 di dunia jika
diukur dari pusat bumi.
Ilmuwan menyebut bahwa tinggi gunung Everest masih terus
bertambah sekitar 4 mm setiap tahun. Puncak gunung Everest mengandung batu
gamping berumur 250 juta tahun. Suhu di puncak gunung Everest berkisar antara
-36 ºCelsius di musim
dingin dan -19 ºCelsius di
musim panas.
Gunung Everest berada di wilayah pegunungan Himalaya, antara
perbatasan Tibet dan Nepal. Nama Everest diambil dari George Everest, seorang surveyor general asal Inggris.
6. Gunung Berapi Parícutín,
di Meksiko
![]() |
| Foto: Smithsonian Institution National Museum of Natural History Global Volcanism Program |
Parícutín merupakan gunung berapi paling muda di seluruh
Amerika. Parícutin terletak di wilayah Michoacán, dekat kota Uruapan, dan berjarak 322 kilometer dari Mexico City. Area sekitar
gunung berapi Parícutín dikenal rentan terjadi gempa bumi dan letusan gunung
berapi.
Gunung berapi Parícutín masuk daftar keajaiban alam di
dunia karena kemunculan gunung ini disaksikan oleh manusia. Gunung berapi ini
tiba-tiba tumbuh di kebun jagung milik penduduk lokal bernama Dionisio Pulido
tahun 1943. Kemunculannya menarik popularitas dan perhatian dari ilmuwan.
Ilmuwan telah membuat dokumentasi lengkap tentang siklus
hidup dari gunung berapi Parícutín. Selama sembilan tahun pertama masa hidup Parícutín,
ilmuwan telah mengambil ribuan sample, foto, pemetaan, dan catatan lengkap
mengenai jenis letusan yang terjadi pada Parícutín.
Letusan terakhir dari Parícutín terjadi tahun 1952. Letusan
ini merusak area seluas 233 kilometer persegi, membunuh tiga orang, dan membuat
dua desa terpaksa dievakuasi karena terkubur lava.
Parícutín sekarang berstatus tidak aktif dan menjadi tujuan
wisata. Banyak turis sengaja datang untuk mendaki gunung berapi Parícutín, dan
mengunjungi reruntuhan gereja San Juan Parangaricutiro yang tertutup lava yang
sudah mengeras.
7. Air Terjun Victoria,
di perbatasan Zambia dan Zimbabwe
![]() |
| Air terjun Victoria |
Air terjun Victoria merupakan air terjun paling luas di
dunia, dengan lebar 1,6 kilometer dan tinggi 108 meter. Dipercaya bahwa
penjelajah pertama dari Eropa bernama David Livingstone menemukan air terjun
Victoria tanggal 16 November 1855.
Konon air terjun Victoria bisa terlihat dari jarak 50 kilometer
karena saking kuatnya aliran air yang jatuh. Dan kadang di malam bulan purnama
bisa terlihat moonbow (pelangi malam)
yang muncul akibat semburan air terjun.
Air terjun raksasa Victoria berada di kawasan taman nasional
Victoria, di perbatasan Zambia dan Zimbabwe juga dikenal dengan sebutan Taman
Nasional Mosi-oa-Tunya. Konon, hutan hujan Victoria dikenal sebagai
satu-satunya tempat di bumi yang ‘seolah mendapat
hujan sepanjang tahun’.







0 comments:
Posting Komentar