Indonesia memiliki sekitar 150 gunung berapi atau hampir 13%
dari total gunung berapi di dunia. Maka tidak heran jika Indonesia menjadi
destinasi wisata gunung api favorit. Bahkan ada beberapa gunung berapi yang
sangat populer di antara turis mancanegara.
Gempa bumi dan gunung meletus yang sering terjadi di
Indonesia, rupaya tidak membuat turis mancanegara penantang bahaya itu
takut. Mereka justru makin penasaran ingin melihat langsung eksotisme
gunung berapi yang ada di Indonesia.
10 Gunung Berapi Paling Populer di Indonesia Menurut Turis Mancanegara
Berikut adalah rangkuman dari daya tarik 10 gunung berapi
yang paling populer menurut turis mancanegara:
1. Gunung Krakatau,
Selat Sunda
![]() |
| Gunung Krakatau, Selat Sunda |
Gunung Krakatau mungkin adalah gunung berapi paling terkenal
di dunia karena letusannya yang dahsyat tahun 1883. Konon letusan itu terasa
sampai Sidney, Australia yang berjarak ±4.000
kilometer jauhnya.
Letusan tahun 1883 tidak sepenuhnya menghancurkan Gunung
Krakatau, karena kemudian muncul Anak Krakatau yang terus tumbuh dan tidak
kalah berbahaya dari ‘ibunya’, Gunung Krakatau.
Gunung Anak Krakatau bukan untuk didaki karena aktivitas
vulkanik yang berbahaya. Pengunjung yang ingin melihat Gunung Anak Krakatau
bisa naik perahu speedboat dari Pantai
Carita, sekitar dua jam dari Jakarta. Disarankan hanya melihat gunung dari atas
perahu.
2. Gunung Bromo, Jawa
Timur
![]() |
| Gunung Bromo, Jawa Timur |
Gunung Bromo berada di sekitar kaldera Tenger yang sering dianggap sebagai lanskap terindah
di seluruh Indonesia. Gunung Bromo memiliki keindahan yang magis. Apalagi saat
matahari terbit, serta adanya Gunung Semeru yang berdiri gagah di dekat Gunung
Bromo.
Pengunjung bahkan tidak harus susah mendaki Gunung Bromo,
karena tersedia alat transportasi seperti mobil dan kuda yang akan membawa
pengunjung ke atas. Kemudian ada tangga menuju kawah.
Pokoknya, melihat keindahan Gunung Bromo tidak sulit. Asal
mau bangun dini hari, menghadapi udara dingin, dan berdesak-desakkan dengan
pengunjung lain.
3. Gunung Tambora,
Nusa Tenggara Barat
Letusan Gunung Tambora tahun 1815 adalah salah satu letusan
paling mematikan yang pernah tercatat di dunia. Bahkan menyebabkan ‘Tahun Tanpa
Musim Panas’ di tahun 1816, di mana iklim menjadi tidak normal dan suhu udara
drop.
Terdapat situs arkeologi di desa Tambora yang dulu tersapu
bersih oleh letusan tahun 1815.
Gunung Tambora setinggi 2.850 meter terakhir meletus kembali
tahun 2016 lalu. Tapi kini telah dinyatakan dormant
sehingga aman untuk didaki. Walaupun mengunjungi Gunung Tambora tidak mudah sama
sekali.
Lokasinya sangat terpencil. Pengunjung harus melewati hutan
belantara yang sering diguyur hujan. Rute pendakian bisa dari desa Pancasila
yang berjarak satu hari dari Sumbawa Besar. Alternatif lain adalah dari desa Doro
Peti, dekat Dompu.
4. Gunung Batur, Bali
![]() |
| Gunung Batur, Bali |
Tinggi Gunung Batur adalah 1.717 meter. Trek pendakian
relatif mudah dengan jarak tempuh sekitar tiga jam saja. Mungkin karena itu
Gunung Batur selalu ramai. Biasanya pendaki gunung berangkat dini hari untuk
menyaksikan matahari terbit.
Gunung Batur berlokasi di sebelah timur laut pulau Bali,
tidak jauh dari Ubud. Gunung Batur
terakhir meletus tanggal 25 March 2011. Sejak tidak ada lagi aktivitas
letusan, Gunung Batur dinyatakan aman hingga sekarang.
5. Gunung Agung, Bali
![]() |
| Gunung Agung, Bali |
Belum lama ini, 13 Februari 2018, Gunung Agung meletus dan
menyebabkan gunung ditutup. Tapi sekarang, Gunung Agung sudah dinyatakan aman
dan dibuka kembali untuk wisatawan.
Dengan tinggi 3.142 meter, membutuhkan waktu 6-7 jam untuk
mendaki gunung Agung. Trek pendakian bisa dimulai dari Pura Pasar Agung; atau
trek yang lebih panjang dari Besakih. Trek
tergolong berat, jadi hanya disarankan untuk pendaki berpengalaman.
Pendaki biasanya berangkat tengah malam dari starting point untuk menyaksikan keindahan
matahari terbit dari puncak gunung. Kelebihan lain dari Gunung Agung: tidak
seramai Gunung Batur.
Rute pendakian sering ditutup di bulan April karena ada
upacara keagamaan. Gunung Agung dianggap sakral oleh masyarakat Bali. Karena
itu Pura Besakih dibangun di Gunung Agung.
6. Gunung Ijen, Jawa
Timur
![]() |
| Gunung Ijen, Jawa Timur |
Gunung Ijen terkenal karena keindahan Kawah Ijen yang
berwarna biru turkuois. Kawah yang dipenuhi air ini merupakan danau air asam terbesar
di dunia. Keindahan Kawah Ijen makin tampak menakjubkan saat matahari terbit.
Tinggi Gunung Ijen adalah 2.799 meter, dan terakhir meletus
tanggal 4 Juni 2016. Gunung Ijen aman untuk dikunjungi, tapi sebaiknya
pengunjung memakai masker karena bau sulfur yang menyengat bisa berbahaya untuk
kesehatan.
7. Gunung Kerinci,
Sumatera Barat
Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia,
dengan ketinggian 3.805 meter. Jalur pendakiannya sudah pasti sulit, hanya
disarankan untuk pendaki berpengalaman yang ingin menantang stamina mereka.
Berlokasi di Taman Nasional Kerinci Seblat, wilayah hutan
hujan terpencil dekat Kersik Tuo. Pengunjung biasa datang dari arah kota Padang
yang berjarak 8–10 jam perjalanan dengan mobil. Kemudian mulai pendakian dari Kebun
Teh Kersik Tuo.
Gunung Kerinci terakhir meletus tanggal 13 Agustus
2017. Gunung masih dinyatakan aktif, karenanya pengunjung dihimbau untuk tidak
mencapai puncak gunung, dan tidak melewati zona aman yang sudah ditentukan.
Wilayah Gunung Kerinci adalah rumah bagi Harimau Sumatera
dan Badak Sumatera yang dilindungi, serta satwa liar lainnya. Pengunjung harus
tetap berada di jalur pendakian yang disarankan kalau tidak mau berhadapan
dengan satwa liar.
8. Gunung Merapi,
Jawa Tengah
![]() |
| Gunung Merapi, Jawa Tengah |
Gunung Merapi adalah salah satu dari gunung paling aktif di
Indonesia, sehingga dulu tertutup untuk pendakian umum. Gunung Merapi hanya hanya
boleh didaki oleh turis jika aktivitas vulkanik dinyatakan rendah.
Tapi ada saja turis kaya penantang maut yang sengaja menyewa
helikopter dan terbang di malam hari untuk melihat aliran lava di sisi timur
gunung. Mengerikan bagi saya, tapi menarik bagi penantang maut.
Di siang hari yang cerah, pengunjung bisa melihat empat
gunung berapi lainnya dari puncak, yaitu Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Telomoyo.
Pengunjung juga bisa melihat reruntuhan yang terbentuk akibat letusan gunung
tahun 2010.
9. Gunung Rinjani,
Lombok
![]() |
| Gunung Rinjani, Lombok |
Satu-satunya gunung berapi di pulau Lombok, dan gunung berapi
tertinggi kedua di Indonesia, dengan ketinggian 3.726 meter. Gunung Rinjani
populer di antara turis mancanegara karena Lombok adalah pulau paling terkenal
kedua di Indonesia setelah pulau Bali.
Gunung Rinjani adalah gunung sakral bagi penduduk sekitar.
Setiap tahun mereka rela menjajal trek pendakian yang berat selama dua hari
demi mendatangi danau kawah Segara Anak untuk mengadakan upacara persembahan.
Lokasi Gunung Rinjani tidak terpencil, karena banyak desa di
sekitarnya. Tapi jalur pendakian Gunung Rinjani termasuk yang paling curam di
Indonesia. Pendaki disarankan naik dari jalur desa Sembalun, atau dari jalur
desa Senaru.
10. Gunung Semeru, Jawa
Timur
![]() |
| Gunung Semeru, Jawa Timur |
Gunung Semeru sering pula disebut Mahameru. Tingginya
mencapai 3.676 meter, berstatus aktif, bahkan masih sering meletus sejak tahun
1967.
Gunung Semeru terbuka untuk pendakian umum kalau aktivitas
vulkanik sedang rendah. Tapi sangat disarankan supaya pengunjung memakai masker
karena udara di dekat kawah berbau sulfur menyengat.
Pengunjung yang datang bisa menyaksikan gunung berapi
memancarkan segumpal asap tiap 20 menit, lanskap indah termasuk savana di
Oro-oro Ombo, dan hamparan bunga verbena. Kemudian menghabiskan malam di
perkemahan dekat danau Ranukumbolo.
Penutup:
Waktu terbaik untuk pendakian gunung adalah dari bulan April hingga
Oktober. Disarankan untuk menggunakan jasa guide dari penduduk setempat. Dan
rajin-rajinlah update berita dari BMKG supaya tahu status keamanan
gunung-gunung tersebut. Kalau dinyatakan berbahaya, jangan nekat.








0 comments:
Posting Komentar