Info Buku: Niskala - Gajah Mada Musuhku

Niskala: Gajah Mada Musuhku, Oleh: Hermawan Aksan


Deskripsi:
Perjuangan Kerajaan Sunda Melawan Ambisi Penaklukan Majapahit.

Anggalarang masih ingat dengan jelas, seakan-akan baru terjadi kemarin, atau kemarin dulu, tatkala wajah kakaknya, Dyah Pitaloka, memancarkan cahaya gemilang untuk menjemput kebahagiaan di tanah Jawa. Putri kesayangan Kerajaan Sunda itu siap bersanding dengan seorang raja besar, raja terbesar, dari Majapahit Wilwatikta, negeri terbesar di Dwipantara. Ah, putri tercantik bersanding dengan raja muda paling berwibawa, bukankah tak ada kebahagiaan yang bisa melebihinya?

Namun, mengapa ibu dan pamannya terkesan tak mau menceritakan apa yang terjadi pada ayah dan kakaknya di sana? Adakah sesuatu yang harus dikubur dalam-dalam? Adakah nista yang membuat kisah menyedihkan itu tak layak dipahaminya? Padahal ia adalah putra satu-satunya Prabu Maharaja, satu-satunya ahli waris takhta Kerajaan Sunda, dan bahkan kemudian bergelar Prabu Anom Niskala Wastukancana?


Pendapat ahli:
“Digali dari bahan-bahan perkisahan seputar Perang Bubat, Niskala merupakan roman sejarah dengan dibumbui sejumlah adegan mirip cerita silat.” –Hawe Setiawan, Pengamat Sastra.


Kutipan dari buku:
“Berkelanalah bukan untuk mencari-cari atau mengungkit-ungkit masalah, melainkan untuk menyelesaikan masalah. Pergilah dengan tekad untuk menambah bekal yang akan berharga buat kelak memangku jabatan di negeri ini. Ingat, harapan akan kebesaran rakyat dan negeri ini tertumpah di pundakmu.” –halaman 2.

“Entahlah. Tampaknya negeri kami selalu menjadi sasaran serangan dari berbagai jurusan. Lebih dari tiga ratus tahun lalu, kami pernah digempur hingga hancur oleh Kerajaan Colamandala dari India. Kami memang dibiarkan hidup, tapi sekadar menjadi sebuah negeri tanpa daya. Ketika pengaruh mereka sudah mereda, dan kami mulai membangun lagi, hampir seratus tahun yang lalu muncul pasukan Singasari menyerbu. Pasukan raja Kertanegara ini memang khusus datang untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan Melayu sehingga misinya pun dinamai ekspedia Pamalayu. Dan kami benar-benar runtuh ketika pasukan Gajah Mada meluluhlantakkan negeri kami...” –halaman 87-88.

“Barangkali ada yang hendak meniru perilaku sang mendiang ke Nusalarang. Semoga ada yang kemudian membiasakan diri berbuat kebajikan agar lama berjaya di dunia, agar tetap unggul dalam perang.” –halaman 289.


Edisi & cetakan:
Cetakan pertama, tahun 2008.

Niskala: Gajah Mada Musuhku  Penerbit: Bentang Pustaka  Tahun terbit: 2008  ISBN: 9789791227247  Edisi: Paperback, 292 halaman  Bahasa: Indonesia
Niskala: Gajah Mada Musuhku
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2008
ISBN: 9789791227247
Edisi: Paperback, 292 halaman
Bahasa: Indonesia


0 comments:

Posting Komentar